Showing posts with label Stress. Show all posts
Showing posts with label Stress. Show all posts

Saturday, July 6, 2013

Dampak Stress Berkepanjangan: Kebutaan

Dampak Stress Berkepanjangan

Dampak Stress Berkepanjangan – Pekerjaan menuntut banyak waktu. Pergi dan pulang ke kantor harus menghadapi kemacetan parah di jalan. Stres adalah hasil akhirnya. Ketika hormon stres meningkat akan merembet pada gangguan fisik lain. Salah satu yang tak banyak disadari adalah gangguan darah tinggi dan bisa berujung kebutaan.

Perlu Anda ketahui kalau tekanan darah tinggi yang terjadi terus menerus atau hipertensi akan membuat seseorang berisiko lebih tingi mengalami Retinal Vein Occlusion (RVO). Penyakit ini, seperti dikutip dari Gosip Artis Indonesia, terjadi pada 4 dari 1.000 orang.

RVO bisa dikatakan serangan stroke pada bagian retina.  Kondisi ini dapat menyebabkan penglihatan kabur dan jika tak segera dilakukan perawatan dapat menyebabkan pendarahan berulang di dalam mata.

“Hipertensi karena stres dapat menyebabkan kebutaan. Memang, tekanan darah tinggi terus-menerus tak hanya berdampak pada jantung tapi juga mengganggu kerja pembuluh darah di sekitar mata, bahkan merusaknya. Ini yang tak diketahui banyak orang,” kata dr. Deependra V. Singh, seorang ahli bedah retina, dikutip dari Gosip Artis Indonesia.

Pada seseorang yang mengalami RVO memang bisa diberikan perawatan berupa penyuntikan, laser dan operasi untuk memperbaiki pembuluh retina. Tapi hal yang paling penting dilakukan adalah menjaga tekanan darah tetap stabil.

Bagi Anda yang sering merasa stres dan pernah mengalami penglihatan yang kabur, segera konsultasikan diri ke dokter. Cobalah atur kembali pola hidup, agar level stres menurun. Akan lebih baik jika Anda mengambil cuti panjang, pergi liburan sampai tubuh dan pikiran merasa lebih baik.

Saturday, June 29, 2013

Stress Meningkatkan Nafsu Makan

stress meningkatkan nafsu makan

Stress meningkatkan nafsu makan – Taukah Anda alasan mengapa seseorang tidak bisa berhenti untuk makan atau ngemil? Sebuah studi baru mengemukakan, tingkat emosional mempengaruhi tingkatan nafsu makan. Mungkin inilah yang menjadi jawaban, ketika seseorang dilanda stres, nafsu makannya akan semakin meningkat.

Para ahli dari Universitas Würzburg di Jerman menyebutkan, di saat seseorang merasa dalam tekanan mereka akan cenderung memiliki hasrat untuk makan. Ketika mereka menyantap makanan berlemak, mereka akan dihadapkan kembali dengan makanan cita rasa manis, yang bertujuan untuk menetralisir rasa asin di dalam mulut.

Dalam studi ini, para ilmuwan mengundang kelompok relawan untuk mencoba beberapa minuman krim, yang semuanya mengandung jumlah lemak dan manis yang berbeda, seperti yang dilansir Gosip Artis Indonesia.

Sebelum mencicipi minuman tersebut, para relawan dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama dihadapkan dengan film yang menggambarkan adegan kebahagiaan, kelompok kedua dengan film netral dan kelompok terakhir dihadapkan dengan film beradegan sedih.

Hasilnya, film dengan adegan netral tidak memiliki reaksi apapun pada relawan dan rasa selera makan. Hasil ini sangat bertolak belakang dengan relawan yang menonton film bahagia dan sedih. Mereka lebih tidak bisa mengontrol untuk mengkonsumsi minuman krim tersebut. Konsumsi santapan berlemak akan terus meningkat untuk meredakan emosi.

Kesimpulannya, semakin tinggi tingkat emosi seseorang, maka nafsu konsumsi hidangan berlemak pun akan semakin tinggi.