Showing posts with label Resiko. Show all posts
Showing posts with label Resiko. Show all posts

Friday, August 2, 2013

Kopi Bisa Menurunkan Resiko Bunuh Diri

Kopi Turunkan Risiko Bunuh Diri

Kopi Turunkan Risiko Bunuh Diri – Para peneliti dalam jurnal Biological Psychiatry menuliskan manfaat positif lain dari meminum kopi. Konsumsi kopi dua atau tiga cangkir per hari bisa mengurangi hingga 50 persen risiko melakukan bunuh diri.

Bagi mereka yang menghabiskan lebih dari empat cangkir per hari risikonya 53 persen lebih rendah.

Peneliti mengkaji 200 ribu data pria dan wanita terkait konsumsi kopi mereka, baik berkafein atau tidak, termasuk teh, minuman ringan berkafein, dan cokelat. Selama penelitian yang berlangsung 6,5 tahun itu, terdapat 277 kematian akibat bunuh diri, seperti yang ditulis Gosip Artis Indonesia.

Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sedikit tambahan manfaat dalam mengonsumsi di atas dua atau tiga cangkir 400 miligram kafein per hari. Mereka yang mengonsumsi kafein memiliki tingkat depresi yang rendah.

Penelitian terdahulu juga memperlihatkan kafein bisa meningkatkan aktivitas neurotransmitters di otak seperti serotonin, dopamin, dan noradrenalin, yang memengaruhi keadaan emosi.

Saturday, July 6, 2013

Tips Mengurangi Resiko Diabetes di Kantor

mengurangi resiko diabetes

Mengurangi resiko diabetes – Seiring perubahan gaya hidup, diabetes tak lagi hanya menyerang lanjut usia. Penyakit yang disebabkan gagalnya pengaturan gula darah ini juga mulai mengintai para pegawai kantor.

Penyebabnya, mereka cenderung menghabiskan lebih banyak waktu duduk berjam-jam di depan komputer. Meski demikian, risiko diabetes bisa ditekan dengan melakukan langkah sederhana.

Para peneliti dari University of Otago, Selandia Baru, menemukan bahwa berjalan kaki selama sekitar dua menit setiap 30 menit sekali bisa menekan risiko terkena diabetes. Dalam studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition tersebut, para peneliti melibatkan sekitar 70 relawan dewasa.

Peneliti dilakukan dalam dua bagian. Tahap pertama, relawan diminta duduk selama sembilan jam. Kemudian kadar gula dan insulin mereka diukur setelah satu jam, empat jam, dan tujuh jam setiap kali minum minuman pengganti makanan (meal-replacement drink). Tes ini memberikan informasi kepada dokter seberapa baik tubuh menyerap gula dari makanan.

Pada tahap kedua, relawan diminta berjalan cepat selama setengah jam sebelum duduk selama sembilan jam. Setelah itu, setiap setengah jam sekali mereka diminta berjalan kaki selama satu menit 40 detik.

Hasilnya, kadar gula darah postprandial lebih rendah setelah berjalan kaki singkat ketimbang berjalan kaki sebelum duduk atau tidak bergerak sama sekali.

“Istirahat dari aktivitas secara rutin lebih efektif ketimbang aktivitas fisik berkelanjutan dalam hal menurunkan kadar gula darah dan insulin pada orang dewasa yang sehat dan dengan berat badan normal,” ujar para peneliti seperti dilansir laman Gosip Artis Indonesia.

Sebelumnya, sebuah penelitian pada tahun 2011 juga menyebut bahwa pegawai yang mengambil istirahat singkat di kantor memiliki kadar kolesterol yang baik dibandingkan mereka yang duduk di depan meja seharian.

Saturday, June 29, 2013

Resiko Menggunakan Lensa Kontak

bahaya memakai lensa kontak

Bahaya memakai lensa kontak – Mereka yang memiliki masalah pada penglihatan, umumnya lebih memilih menggunakan lensa kontak dibandingkan kacamata. Alih-alih lebih mudah digunakan sekaligus dapat menunjang penampilan, justru lensa kontak dapat membahayakan mata Anda.

Faktanya, lensa kontak memang mudah dipakai. Sayangnya tak sedikit para pengguna lensa kontak yang lalai merawatnya. Ketika gagal merawat, artinya Anda sudah siap untuk menerima risikonya, infeksi.

Oleh karena itu, bagi para pengguna lensa kontak, ketahui beberapa pemicu yang dapat menimbulkan risiko terjadinya gangguan pada area mata, seperti dilansir Gosip Artis Indonesia berikut ini:

Ketika menggunakannya Anda memang berpotensi mengalami infeksi dan iritasi. Agar kondisi tersebut tak terjadi, pastikan Anda sudah mencuci tangan dengan bersih sebelum menyentuh lensa kontak. Bukan hanya itu, pastikan pula kuku Anda tak terlalu panjang, karena dapat menyebabkan lensa tergores bahkan robek.

Jangan menggunakan lensa kontak sepanjang hari atau melebihi waktu yang disarankan dokter. Penggunaan lensa kontak yang intens atau sepanjang hari dapat meningkatkan risiko ulkus kornea yang dapat menyebabkan kebutaan.

Berhati-hatilah ketika Anda menggunakan lensa kontak, yang bersaman dengan mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Misal, beberapa pil KB dapat meningkatkan hormon estrogen yang dapat membuat mata Anda menjadi lebih sensitif terharap kontaknya.

Bukan hanya itu, penurunan produksi air mata juga dapat membuat mata kering. Oleh karena itu, pastikan konsultasi terlebih dahulu ke dokter mata, sebelum Anda mengkonsumsi obat-obatan.

Selain faktor penggunaan obat-obatan, ketika Anda menggunakan lensa kontak, oksigen yang akan masuk ke mata terbatas. Alhasil mata menjadi kering, terutama dalam situasi tertentu.

Untuk menghindarinya, pastikan Anda meneteskan air khusus lensa kontak, untuk membasahi permukaan lensa. Pastikan Anda sering berkedip saat menggunakan lensa.

Saat menggunakan make up atau riasan, hindari riasan seperti eyeliner atau maskara yang tidak tahan air, karena dapat menyebabkan mata bengkak, merah, dan iritasi. Untuk itu, pilihlah bahan riasan berbasis hypoalergenic dan lotion. Tak hanya itu, sebelum membersihkan riasan di wajah, pastikan Anda melepaskan lensa kontak terlebih dahulu. Saat berkunjung ke salon, pastikan bahan kimia tidak mengkontaminasi mata Anda.

Iritasi dapat terjadi ketika mata terkena debu, asap, bulu hewan, bahkan jamur yang menempel di lensa kontak. Ketika Anda akan melakukan aktifitas di luar ruangan, sebaiknya menggunakan kacamata. Ini untuk mencegah iritasi.

Tentu tidak akan nyaman berenang menggunakan lensa kontak. Hanya saja Anda harus berhati-hati, karena air di dalam kolam renang dapat berisiko merusak kondisi mata Anda.

Penglihatan kabur, buram, atau sakit mata? Waspada, karena kondisi tersebut dapat terjadi karena pengaruh rokok. Ketika Anda merokok, api pada rokok dapat mempengaruhi lensa kontak. Perokok yang juga menggunakan lensa dapat berisiko delapan kali lebih besar mengembangkan ulkus kornea, dibandingkan pengguna lensa yang tidak merokok.