Showing posts with label Mertua. Show all posts
Showing posts with label Mertua. Show all posts

Monday, May 27, 2013

Cara Mengatasi Konflik Antara Istri dan Mertua

Cara Ampuh Redakan Konflik Antara Istri dan Mertua

Cara Ampuh Redakan Konflik Antara Istri dan Mertua – Film Monster in Law adalah gambaran hubungan antara seorang istri dan ibu mertua yang seringkali penuh ketegangan. Biasanya, potensi konflik terjadi saat memperebutkan kasih sayang dari satu pria, suami dan anak.

Menurut penelitian seorang profesor komunikasi University of Wisconsin-Stevens Point, Dr Sylvia L Mikucki-Enyart, perubahan status pada anak pria lebih mencemaskan ibu ketimbang anak perempuan.

Dalam sebuah survei yang dilakukan pada 133 istri, menemukan, mayoritas istri merasa tak aman dalam hubungan dengan mertua. Sebagian besar dipicu kekhawatiran ibu dari suami akan membicarakan keburukan diri mereka kepada suami. Alasan lainnya, para istri merasa takut ibu mertua terlalu banyak ikut campur dalam urusan rumah tangga mereka.

Hasil survei senada dengan studi pada 2008 yang dilakukan Terri Apter, psikolog dari Cambridge University. Dalam studinya, Apter menemukan bahwa setidaknya 60 persen wanita merasakan gesekan dengan ibu mertua. Sementara hanya 15 persen pria yang melaporkan ketegangan hubungan dengan ibu mertua mereka.

Dari 89 ibu dari suami yang disurvei, Dr Mikucki-Enyart menemukan kekhawatiran terbesar para ibu saat anak laki-laki mereka menikah. Mikucki-Enyart menemukan bahwa ibu paling khawatir tentang kebahagiaan anaknya, anaknya semakin jarang mengunjungi mereka, serta istri yang mengubah prilaku anak.

Persaingan istri dan ibu mertua juga termasuk memberi perhatian dan kasih sayang. Pemicu lainnya adalah ibu dan menantu merasa risih karena tak tahu bersikap satu sama lain.

Bila tak dapat diatasi, ketegangan ibu-menantu bisa menyebabkan stres pada suami. Agar meredakan ketegangan, seorang istri harus meminimalkan perasaan negatif dan melibatkan ibu mertua dalam keluarga. Beberapa caranya antara lain mengundang makan malam, berkunjung ke rumah ibu mertua bersama anak-anak atau mengirim foto anak-anak kepada ibu suami.

“Jangan berkompetisi, karena ibu dan istri sama-sama mencintai satu orang pria dengan cara yang sama sekali berbeda,” ucapnya seperti dikutip Gosip Artis Indonesia.

Thursday, May 23, 2013

Rio Dewanto Dimarahi Calon Mertua

Alasan Rio Dewanto Dimarahi 'Camer'

Alasan Rio Dewanto Dimarahi ‘Camer’ – Sejak bermain cemerlang dalam Modus Anomali, Rio Dewanto semakin eksis di dunia perfilman. Ia bahkan menjadi salah satu nominator Indonesian Movie Awards 2013 untuk Pemeran Utama Pria Terbaik (Modus Anomali), Pasangan Terbaik (Hello Goodbye), dan Pemeran Utama Pria Favorit (Modus Anomali). Namun, proyek ke depan tunangan Atiqah Hasiholan itu justru bermain teater. Soal yang satu itu, ia diajak langsung oleh ibunda sang kekasih.

Rio mengaku sudah lama menunggu kesempatan itu. Bisa bermain teater memang menjadi salah satu obsesinya, meski ia tak memiliki latar belakang di bidang itu.
“Dari dulu pengen banget camer (calon mertua) bikin teater. Sekarang dia minta tolong aku ikut main. Gue lamar anaknya baru bikin. Emang pengen banget, ya udah,” terangnya saat ditemui di Planet Hollywood.

Dalam pertunjukan yang sementara ini berjudul ‘Gugat’, Rio memerankan seorang aktivis yang mewakili anak muda Indonesia berjuang melawan korupsi. Kali ini, meski bermain bersama ia tidak dipasangkan dengan sang kekasih.
“Nggak berpasangan, Atiqah lebih banyak monolong sih,” imbuhnya. Namun, keduanya tetap saling berdiskusi dan memberi masukan.

Pengalaman pertama bermain teater, pemain Java Heat itu langsung merasakan perbedaannya dibandingkan bermain film. Ia harus bisa lebih eksplorasi panggung, ekspresi, dan melantangkan suara.
Berlatih empat kali seminggu dalam sebulan terakhir, juga membutuhkan komitmen luar biasa. Untuk olah tubuh, ia juga meningkatkan intensitas gym dan push up agar memperkuat stamina. Baginya, itu merupakan tantangan baru yang seru.

Tak ayal, di awal ia cukup sering dimarahi camernya sendiri. “Sering, paling banyak soal artikulasi. ‘Ini teater, bukan film!’, dimarahin begitu. Karena terbiasa film kan, jadi baca dialognya cepat,” cerita Rio sambil tersenyum.
Namun, itu tak menjadi beban tersendiri untuknya. Pasalnya, Rio mengaku sudah akrab dengan camernya sejak lama. Ia juga banyak belajar akting padanya. “Asik banget. Tapi tetap nggak ada perbedaan ya. Kalau salah dimarahin juga,” lanjutnya.

Selain Atiqah, Rio juga bermain bersama Teuku Rifnu Wikana dan Ratna Sarumpaet. Selain bermain, Ratna juga bertindak selaku director dan penulis skenario. Rencananya, pertunjukan teater itu akan dilangsungkan awal Juli mendatang. “Masih belum tentu. Antara 2-4 Juli atau 7-9 Juli. Tempatnya juga masih tentatif,” terangnya lagi.