Showing posts with label Jantung. Show all posts
Showing posts with label Jantung. Show all posts

Friday, August 2, 2013

Macam-macam Penyakit Jantung

Mengenal Lima Jenis Penyakit Jantung Lebih Dekat

Mengenal Lima Jenis Penyakit Jantung Lebih Dekat – Kebanyakan orang awam menilai penyakit jantung atau kardoivaskular dalam satu kategori, yaitu serangan jantung. Namun seringkali kita tidak menyadari, bahwa serangan jantung adalah hasil akir dari penyakit jantung.

Istilah ‘kardiovaskular’ merujuk pada jantung dan pembuluh darah yang memasok darah ke jantung.Setiap masalah baik dalam jantung atau arteri dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular.

Melansir Gosip Artis Indonesia, berikut ini adalah beberapa tanda, istilah dan variasi penyakit jantung yang belum banyak diketahui oleh masyarakat umum:

Dalam dunia medis, angina menggambarkan rasa sakit dan sesak di dada. Hal ini dikarenakan daerah dada Anda tidak memiliki pasokan oksigen. Angina paling umum terjadi karena adanya penyumbatan kecil di arteri jantung.

Penyakit jantung ini terjadi ketika bayi lahir dengan kondisi jantung yang lemah, atau ada lubang di jantung bayi tersebut. Kondisi ini dapat disembuhkan melalui jalan operasi.

Gagal jantung sering terjadi ketika jantung tidak dapat memompa darah dan jantung berhenti berdetak. kondisi ini biasanya dipicu karena shock atau gangguan di paru-paru.

Ini adalah istilah medis untuk denyut jantung yang lambat. Biasanya terjadi karena otot-otot jantung telah melemah. Alat pacu jantung kerap digunakan untuk memulihkan denyut jantung.

Ini adalah jenis yang paling umum dari penyakit jantung di mana dinding arteri menebal akibat akumulasi lemak. Kondisi ini membuat jumlah darah yang masuk ke jantung menurun. Dan tekanan darah meningkat.

Saturday, June 29, 2013

Hubungan Antara Garam dan Penyakit Jantung

garam dan penyakit jantung

Garam dan penyakit jantung – Garam banyak digunakan sebagai pelengkap rasa makanan. Tanpa kehadirannya, makanan akan terasa hambar. Garam tak hanya digunakan sebagai bumbu dapur, tetapi juga sebagai tambahan dalam makanan kemasan dan minuman.

Di dalam tubuh, garam digunakan untuk mengatur kandungan air. Oleh karena itu, kadar garam di tubuh harus senantiasa dijaga agar tetap seimbang dan tidak dehidrasi.

Ekowati Rahajeng, Direktur Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan mengatakan, pada dasarnya tubuh manusia hanya memerlukan sedikit asupan garam. Mengkonsumsi garam berlebih, akan mempengaruhi jumlah natrium dalam darah, sehingga turut meningkat. Inilah yang membuat rusaknya keseimbangan cairan dalam tubuh.

Di kondisi ini, cairan yang masuk ke dalam pembuluh darah akan mengecilkan pembuluh arteri. Alhasil, kerja jantung untuk memompa lebih kuat (meningkatkan tekanan darah atau hipertensi). Jika kondisi tersebut terus menerus terjadi, nantinya akan meningkatkan risiko serangan jantung bahkan stroke.

Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (Susenas) tahun 2009, sekitar 24,5 persen penduduk Indonesia telah mengkonsumsi garam berlebih. Angka ini meningkatkan risiko hipertensi menjadi 4,35 kali lipat.

Bukan hanya itu, berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga dan Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, di Indonesia kematian akibat hipertensi ada sekitar 31,7 persen dan jantung 7,2 persen.

Oleh karena itu, disarankan bagi Anda untuk membatasi pemakaian garam atau sodium. “Batasi konsumsi garam tidak lebih dari lima gram per orang per hari,” ujarnya.

Pilihlah garam beryodium, karena sifatnya tak sama dengan garam biasa yang dapat meningkatkan kadar garam di tubuh.